Lima bulan menjelajah Seram dan Banda

Ditulis oleh : Hanna Al Zahra, Runner Up Miss Scuba Indonesia 2013

 

Kegiatan Ekspedisi NKRI merupakan acara tahunan Kemenkokesra yang dijalankan oleh KOPASSUS. Kegiatan ini dimulai pada awal Februari dan di tutup pada akhir Juni. Peserta ekspedisi teridiri dari TNI (AD,AL,AU, termasuk pasukan khusus dr tiap satuan), POLRI, mahasiswa dan umum/organisasi masyarakat lainnya.

Dan saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk turut dalam kegiatan tahunan ini. Secara garis besar kegiatan ekspedisi terdiri dari 3 kegiatan utama: Penjelajahan (orientasi medan untuk TNI-POLRI); Penelitian (Tim sosial budaya, kehutanan, flora-fauna, dan geologi); Komunikasi sosial (kegiatan bakti social).

Pulau Seram  

Terdiri dari daerah dataran luas, pegunungan dan berbukit dengan persebaran desa-desa di sepanjang pesisir pantai, dengan iklim laut tropis.

Sebagai seeorang tamu dari luar, kami dijamu dengan keramahan "orangtua piara", seorang orang tua angkat yang akan menganggap tamu tersebut seperti anak mereka sendiri, tanpa mengharapkan balas jasa. Kearifan lokal yang jarang kita temui di masyarakat perkotaan.

Kondisi ekonominya masih sangat sederhana, namun Seram memiliki potensi wisata alam yang sangat besar dan belum tersentuh, yang membutuhkan bantuan untuk pengembangannya. Tidak sedikit pengunjung datang untuk berwisata ke sebagian tempat di pulau Seram. Tempat-tempat yang menjadi incaran antara lain: pengamatan burung di daerah Masihulan, pendakian gunung Binaiya, diving dan snorkeling di Pantai Ora dan masih banyak lokasi-lokasi lain yang sangat potensial untuk dijual pada industri pariwisata.

Pulau Banda

Menyebrang sedikit dari pulau Seram, kami mengintip keindahan pulau Banda. Kecantikan sempurna dari pulau Banda yang memiliki kekayaan obyek wisata alam, budaya dan sejarah, sungguh membanggakan bagi pemiliknya.

Mulai dari gunung api, hamparan perkebunan pala, biota laut yang beraneka ragam, puluhan spot snorkeling dan diving, peninggalan situs sejarah yang menjadi kekayaan negara, dan masih banyak lainnya. Namun Pemerintah Daerah masih menemui banyak kendala dengan kurangnya dukungan dana pemeliharaan sarana dan fasilitas pendukung. Pembinaan dan pemeliharaan tempat ini dirasa sangat perlu dilakukan agar ke depannya keseimbangan ekosistem secara global tetap terjaga.

Pulau Seram dan Banda memiliki potensi alam yang potensial dengan catatan perjalanan panjang sejarah Indonesia yang kompleks, merupakan sebagian dari kekayaan Indonesia yang harus bersama dikelola secara berkelanjutan.